0

Tiga Pemeriksaan Kesehatan Sederhana di Rumah

Tiga Pemeriksaan Kesehatan Sederhana di Rumah. katakatamutiaracinta.net. Pernah dengar nggak sebuah ungkapan “preventif lebih baik dari kuratif” atau “mencegah lebih baik dari mengobati”? hal itulah alasannya sehingga kita perlu mengecek kesehatan kita secara teratur agar hidup bahagia dan sehat. Banyak diantara kita tidak memiliki banyak waktu atau dana untuk cek kesehatan di rumah sakit.  Cek kesehatan atau biasa dikenal dengan medical check up sangat penting untuk dapat mendeteksi penyakit sendiri, dalam istilah medis yaitu berswamedikasi (melakukan pengobatan pada diri sendiri).  Secara lengkap cek kesehatan harus dilakukan di rumah sakit, tapi beberapa tes sederhana bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Tes kesehatan dapat dilakukan sendiri di rumah dengan bantuan alat tes kesehatan yang sederhana dan dapat dibawa kemana mana.

Berikut pemeriksaan kesehatan tersebut

Tiga Pemeriksaan kesehatan sederhana.

Tiga Pemeriksaan kesehatan sederhana.

http://www.freedigitalphotos.net/images/blood-test-photo-p240392

Tiga Pemeriksaan Kesehatan Sederhana di Rumah

Asam Urat

Asam urat merupakan hasil akhir metabolism purin. Purin terdapat dalam makanan antara lain: daging, jeroan, kacang kacangan, ragi, melinjo dan hasil olahannya. Pergantian purin dalam tubuh berlangsung terus menerus dan mengahsilkan banyak asam urat walaupun tidak ada input makanan yang mengandung asam urat.

Asam urat sebagian besar diproduksi di hati dan diangkut di ginjal. Asupan purin normal melalui makanan akan menghasilkan 0,5-1 gr/hari. Peningkatan asam urat dalam serum dan urin bergantung pada fungsi ginjal, metabolisme purin, serta asupan dari makanan. Asam urat dalam urin akan membentuk Kristal/ batu dalam saluran kencing. Beberapa individu dengan kadar asam urat > 8 mg/dl sudah ada keluhan dan memerlukan pengobatan.

Nilai normal :

Pria = 3,4-8,5 mg/dl (darah)
Wanita = 2,8-7,3 mg/dl (darah)
Anak = 2,5-5,5 mg/dl (darah)
Lansia = 3,5-8,5 mg/dl (darah)
Dewasa = 250-750 mg/24 jam (urin)

Peningkatan kadar asam urat terjadi pada alkoholik, leukemia, penyebaran kanker, diabetes mellitus berat, gagal ginjal, gagal jantung kongestif, keracunan timah hitam, malnutrisi, latihan yang berat. Selain itu juga dapat disebabkan oleh obat obatan misalnya parasetamol, vitamin C, aspirin jangka panjang, antidiuretic.

Penurunan asam urat terjadi pada anemia kekurangan asam folat, luka bakar, kehamilan, dan lain lain. Obat yang dapat menurunkan asam urat adalah allopurinol, probenesid dan lain lain.

Kolesterol

Kolesterol adalah alcohol steroid, semacam lemak yang ditemukan dalam lemak hewani, minyak, empedu, susu, kuning telur, yang sebagian besar diproduksi di hati dan sebagian kecil diserap dari makanan. Pada kadar tinggi akan cenderung membuat endapan/Kristal/ lempengan yang akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah.

Nilai normal:

Dewasa = < 200 mg/dl
Risiko sedang = 200-240 mg/dl
Risiko tinggi = > 240 mg/dl
Anak = 90 -130 mg/dl
Bayi = 130-170 mg/dl
Risiko tinggi =  185 mg/dl

Peningkatan kolesterol terjadi pada arteriosclerosis (penegrasan pembuluh darah), diabetes mellitus, kehamilan trisemester III. Selain itu dapat juga disebabkan oleh penggunaan pil KB, vitamin A, epinefrin dan lain lain.

Gula darah

Pemeriksaan terhadap kadar gula dalam darah vena pada saat pasien puasa 12 jam sebelum pemeriksaan (gula darah puasa) atau 2 jam setelah makan (gula darah post prandial).

Nilai normal gula darah puasa:

Dewasa = 70-110 mg/dl
Anak = 60-100 mg/dl
Bayi baru lahir = 30-80 mg/dl

Nilai normal gula darah 2 jam setelah makan : dewasa =< 140 mg/dl

Jika hasil pemeriksaan diperoleh nilai di atas normal, harus dilakukan pemeriksaan ulang, karena kemungkinan dicurigai menderita Diabetes mellitus.

Pemeriksaan glukosa darah tanpa persiapan (gula darah sewaktu) bertujuan untuk melihat kadar gula darah sesaat tanpa puasa dan tanpa pertimbangan waktu setelah makan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk deteksi awal individu yang diduga menderita diabetes mellitus, sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Nah, bila hasil pemeriksaan yang didapatkan dari alat tes kesehatan berada di atas normal, sebaiknya kita melakukan langkah pengobatan dengan konsultasi ke dokter di klinik/ rumah sakit atau apoteker di apotek. Semoga info ini bermanfaat.

Fitriani Fajri

Leave a Reply