Perbedaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

Perbedaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan-Katakatamutiaracinta.net. Bpjs atau badan penyelenggara jaminan sosial adalah asuransi sosial yang diperuntuhkan buat seluruh warga indonesia dibawah naungan pemerintah. BPJS ini terbagi menjadi 2 cluster yaitu bpjs kesehatan dan bpjs ketenagakerjaan. Bpjs kesehatan ini dibawah naungan kementerian kesehatan yang mana program masuk kedalam JKN atau jaminan kesehatan nasional. BPJS kesehatan wajib bagi seluruh warga indonesia dan pada tahun 2019 semua warga indonesia harus terdaftar di BPJS kesehatan.

BPJS Ketenagakerjaan atau yang sebelumnya bernama Jamsostek adalah asuransi sosial khusus untuk tenaga kerja. Seseorang yang bekerja dibawah instansi swasta harus mendapatkan jaminan BPJS ketenagakerjaan. dan Semua intansi atau lembaga yang memiliki karyawan atau tenaga kerja wajib mendaftarkan karyawannya kedalam BPJS ketenagakerjaan. dan Apabila tidak maka akan dikenakan sanksi sesuai undang undang RI No. 24 Tahun 2011 dan Undang-undang RI no 40 tahun 2014.

Perbedaan BPJS Kesehatan dan Bpjs Ketenagakerjaan

Perbedaan BPJS Kesehatan dan Bpjs Ketenagakerjaan

Perbedaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

Saat ini masyarakat masih bingung perbedaan kedua BPJS ini. Menurut penulis perbedaan BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan itu dapat dilihat dari program yang diberikan. Untuk BPJS kesehatan hanya menjamin anggotanya khusus untuk kesehatan. Jadi semua biaya perawatan dan berobat itu masuk kedalam tanggungan BPJS kesehatan dan pastinya pembayarannya ini tetap sesuai dengan kelas yang didaftarkan. Untuk warga yang sudah terdaftar sebagai peserta Askes dan Jamkesmas secara otomatis masuk kedalam Bpjs Kesehatan. jadi jika ada warga yang memiliki askes dan jamkesmas jangan khawatir karena anda secara otomatis sudah masuk kedalam jaminan kesehatan ini. Namun perlu digaris bawahi bahwa Askes ini hanya menjamin anggotanya 3 orang saja. 1 istri/suami dan 2 anak. dan batas usia untuk anak hanya sampai 25 tahun saja. Untuk Jamkesmas ini hanya menjamin pemilik kartu saja. Jadi jika ada suami atau anak tidak memiliki kartu jamkesmas maka segera masukkan keluarga anda ini kedalam BPJS kesehatan.

Untuk Bpjs ketenagakerjaan ini programnya terdiri dari jaminan kecelakaan kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK). Jaminan kecelakaan kerja ini diklaim jika saat proses bekerja karyawan mengalami kecelakaan. untuk pembayarannya full 100 persen bahkan jika cacat pun dibayar oleh BPJS ketenagakerjaan. Jika ternyata karyawan itu sampai meninggal maka keluarga yang ditinggalkan akan mendapat klaim pembayaran dari BPJS ini. Dan jika ada karyawan yang keluar dari tempat kerjanyapun bisa mencairkan dananya lewat program jaminan hari tua. Pembayaran untuk BPJS ketenagakerjaan ini ditanggung oleh kedua pihak. baik dari perusahaan tempat bekerja ataupun dari gaji yang didapatkan karyawan tersebut. Semakin tinggi gaji yang didapatkan maka semakin besar pula premi yang dibayarkan ke BPJS ketenagakerjaan. dan tentunya masing-masing program memiliki perhitungan yang berbeda. Dan saat ini program BPJS ketenagakerjaan ternyata tidak hanya diperuntuhkan untuk karyawan perusahaan tapi sudah melebarkan sayap yang mana programnya yang lain adalah program mandiri. Program ini semua masyarakat umum bisa mendaftar pada salah satu jaminan tersebut apakah JKK, JK, JHT, dan JPK.

Beda halnya dengan bpjs kesehatan pembayaran dilakukan per kelas. yang terdiri dari kelas 1, 2 dan 3. Adapun waktu pembayaran untuk BPJS kesehatan deadlinenya sampai tanggal 10 perbulan sedangkan bpjs ketenagakerjaan itu hanya sampai tanggal 5 perbulan. Untuk saat ini bpjs kesehatan kelas 1 dan 2 harus melalui debit dan untuk kelas 3 tidak dipaksakan. Artinya secara otomatis bank yang didaftarkan pada bpjs kesehatan langsung terpotong sebelum tanggal 10 jadi disarankan untuk mengecek saldonya agar terpenuhi sesuai dengan budget yang dibayarkan preminya. Sedangkan untuk bpjs ketenagakerjaan yang didaftarkan langsung perusahaannya ini juga langsung dipotong dari gaji karyawan tersebut dan perusahaan wajib membayarkan gaji yang sudah dipotong ini ke BPJS ketenagakerjaan sebelum tanggal 5 perbulan. Dan untuk mandiri yang tidak didaftarkan oleh perusahaan wajib membayarkan sebelum tangga 5 perbulan secara mandiri. Proses pembayarannya melalui e-payment dan virtual account.

Demikianlah perbedaan singkat dari kedua program bpjs ini. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Jika ada pertanyaan atau masukan segera masukkan komennya pada list komen dibawah ini. Terima kasih.

Abd Rahman Rara