Larangan Rasulullah Minum Air Langsung Dari Wadah Air

Larangan Rasulullah Minum Air Langsung Dari Wadah Air (teko/kan air) adalah bentuk kepedulian beliau terhadap ummatnya. Karena perbuatan tersebut dapat merugikan dan menyebabkan seseorang bisa terkena penyakit. Tapi, terlepas dari itu larangan ini lebih dititik beratkan pada nilai etika dan moral yakni estetika dan pandangan seseorang terhadap orang yang langsung minum air tanpa menggunakan wadah kecil (gelas/cangkir) itu adalah bagian dari perbuatan yang kurang terpuji.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan di dalam Shahih yang ditulisnya, sebuah hadi dari Ibnu Abbas r.a bahwasanya Rasulullah Saw melarang minum iar langsung dari wadahnya. (1)

Larangan Rasulullah Minum Air Langsung Dari Wadah Air

Larangan Rasulullah Minum Air Langsung Dari Wadah Air

Sumber gambar: http://www.freedigitalphotos.net/

Larangan Rasulullah Minum Air Langsung Dari Wadah Air

Larangan Rasulullah Saw ini mengandung beberapa nilai etis, antara lain ialah. Minum air langsung dari wadahnya akan menyebabkan berhembusnya nafas orang yang melakukannya beberapa kali di dalam tersebut dimana hal itu akan menyebabkan munculnya aroma yang tidak sedap. dan lagi hal seperti itu adalah sesuatu yang menjijikkan.

Air yang diminum langsung dari wadahnya itu terdapat binatang yang tidak dirasakan oleh si peminum dan akan membuatnya sakit. kemudian bisa jadi air dalam wadah itu terdapat kotoran atau bahan berbahaya lainnya yang tidak dilihat oleh si peminum ketika dia meminum air tersebut sehingga kotoran itu terus masuk ke dalam tubuhnya.

Minum air dengan cara demikian sebenarnya juga akan menyebabkan dipenuhinya perut dengan udara, sehingga akan mengurangi ruang yang seharusnya menjadi tempat menampung air. Bahkan cara sedemikian juga akan mempersempit ruang perut, membuat perut menjadi sekit, dan berbagai hal lainnya.

Demikianlah penjelasan singkat tentang larangan Rasulullah Saw terhadap etika minum air. Tentunya larangan ini memiliki nilai etika yang dalam dan juga bentuk keseriusan beliau dalam menuntun ummatnya kejalan yang benar. Sehingga ummatnya semua sehat dan kuat melanjutkan dakwahnya untuk menyebarkan Islam diseluruh ummat manusia.

Semoga bermanfaat.

*******************************

referensi:

1. Hadis ini ditakhrij oleh imam bukhari (no. 5629)

2. Buku Tata cara pengobatan ala Nabi. Ibnu Qayyim Aljauziyyah

Abd Rahman Rara