Kata Kata Bijak Soekarno

Kata Kata Bijak Soekarno-Katakatamutiarcinta.net. Soekarno adalah sosok pahlawan indonesia yang paling dicintai oleh warganya. Beribu perjuangan yang telah diberikan bagi bangsa indonesia hingga akhirnya pada tahun 1945 ditangan beliau indonesia bisa merdeka. Sosoknya yang paling dirindukan adalah ketika beliau berpidato maka semua orang tercengang mendengar kata bijkanya yang sangat menginspirasi hingga setiap warganya saat itu secara bersama-sama membenahi bangsanya akibat dari penjajah.

Soekarno adalah seorang yang sangat berjasa dalam memimpin indonesia. Soekarno mampu membangkitkan jiwa patriotisme dan nasionalisme bangsanya. Dengan berkobar-kobar penuh semangat dan suara yang lantang ketika berbicara dipodium membuat semua orang takjub dengan kata bijak yang didengar dari beliau. Memunculkan motivasi, ide, gagasan dalam melawan penjajah adalah bagian dari kata bijak soekarno ketika bersuara didepan podium. Sebagai generasi penerus maka kata bijak soekarno sangat cocok dijadikan tameng dalam diri untuk mengusir penjajah kemalasan dan memunculkan dalam diri untuk bekerja dan berjuang meraih mimpi dan akhirnya bisa melanjutkan mimpi para pejuang-pejuang dahulu. Berikut pekikan dan kutipan beberapa kata bijak soekarno yang bisa dijadikan motivasi untuk menghilangkan rasa malas dari dalam diri.

Kata kata bijak Soekarno

Kata kata bijak Soekarno

Sumber Gambar : soekarno.net

Kata Kata bijak soekarno

“Beri aku 1000 orang tua niscya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia”

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan kemalasan dalam diri ini ada batasnya dan kerajinan itu tak ada batasnya”

“Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin”

“Apakah kelemahan kita adalah kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri dan kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah rakyat gotong royong”

“ Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan yang Maha Esa”

“ Bangunlah suatu dunia di mana semuanya bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan”

“ Aku lebih suka lukisan samudra yang gelombangnya menggebu-gebu daripada lukisan sawah yang adem ayem tentram”

“ Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”

“Tidak seorang pun yang menghitung- hitung, berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”(Ir. Soekarno, Pidato HUT Proklamasi 1956)

“ Gemah ripah loh jinawi, tata tentram kerja raharja, para kawula iyeg rumagang ing gawe, tebih saking laku cengengilan adoh saking juti. Wong kang lumaku dagang, rinten dalu tan wonten pedote, labet saking tan wonten sansayangi margi. Subur kang sarwa tinandur, murah kang sarwa tinuku. Bebek ayam raja kaya enjang medal ing panggenan, sore bali ing kandange dewe dewe. Ucapan dalang dari bapaknya-embahnya- buyutnya- canggahnya, warengnya-udeg-udegnya, gantung siwurnya. Bekerja bersatu padu, jauh dari hasut, dengki orang berdagang siang malam tiada hentinya, tidak ada halangan di jalan. Inipun menggambarkan cita-cita sosialisme”(Bung Karno, Pidato Hari ibu22 Desember 1960)

“Apakah kita mau Indonesia merdeka, yang kaum kapitalnya merajalelaataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh ibu pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan?”(Ir. Soekarno, pidato lahirnya Pancasila 1 Juni 1945)

“ Tuhan menciptakan bangsa untuk maju melawan kebohongan elit, hanya bangsanya sendiri yang mampu mengubah nasib negerinya sendiri”.

“ Aku tinggalkan kekayaan alam Indonesia, biar semua negara besar dunia iri dengan Indonesia, dan aku tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yang mengolahnya”.

“ Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya” (Ir. Soekarno, Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961)

“ Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali”

“ Laki-laki dan perempuan adalah seperti dua sayap dari seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai puncak yang setinggi-tingginya. Jika patah satu daripada dua sayap itu, maka tidak dapatlah terbang burung itu sama sekali”

Kata Kata bijak soerkarno ini dapat meningkatkan kepercayaan dalam diri seseorang sehingga mampu menjembatani impian dan mimpi dapat terwujud. Tidak hanya itu, kata bijak soekarno ini adalah senjata utama bagi para pejuang dahulu untuk memberantas habis penjajah dalam negara indonesia. Sungguh sangat disayangkan jika sebagai generasi penerus bangsa tak mau mengikut para pejuang terdahulu untuk memanfaatkan kata Kata bijak soekarno untuk bangkit dari sikap kemalasan dan kembali berjuang untuk meraih mimpi dan impiannya.

Semoga bermanfaat kata kata bijak soekarno ini, dan menjadi motivasi buat para pembaca sekalian. Ekspektasi penulis kata kata bijak soekarno ini dapat dibagikan kepada yang lainnya sehingga orang tersebut juga bisa ikut terjiprat kata kata yang penuh inspirasi dan motivasi. dan Jika pembaca merasa kurang dengan kata kata bijak seokarno ini silahkan buka link ini katakatamutiaracinta.net. Semoga bermanfaat.

Abd Rahman Rara