0

Delapan pertanyaan tentang penyakit kardiovaskuler

Delapan pertanyaan tentang penyakit kardiovaskuler. kata kata mutiara cinta.net. Dewasa ini, banyak orang yang secara tidak langsung melakukan pola hidup tak sehat, sehingga mengakibatkan penyakit degenerative seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, hiperkolesterolemia, hipertensi dan lainnya, mulai meningkat. Semua penyakit ini mulai mengintai dari usia muda hingga lanjut. Penyakit kardiovaskuler merupakan penyakit yang cukup membahayakan karena tergolong silent disease. Gangguan kardiovaskuler merupakan gangguan yang menyebabkan penyakit jantung (kardio) dan pembuluh darah (vaskuler). Contoh penyakit kardiovaskuler yaitu penyakit jantung Koroner, penyakit serebrovaskuler, dan vaskuler perifer.

Berikut pertanyaan yang biasa timbul sekitaran tentang penyakit kardiovaskuler

Delapan pertanyaan tentang penyakit kardiovaskuler

Delapan pertanyaan tentang penyakit kardiovaskuler

http://www.freedigitalphotos.net/images/myocadial-infarction-ischemic-heart-disease-photo-p412482

Delapan pertanyaan tentang penyakit kardiovaskuler

T:  Apakah penyakit jantung coroner itu?

J:  Penyakit jantung coroner adalah penyempitan pembuluh darah yang mensuplai jantung. Dapat mengakibatkan infark miokard  (serangan jantung), angina (nyeri dada), aritmia (irama jantung tidak normal), dan lain sebagainya.

T: Apakah penyakit serebrovaskuler itu?

J: Penyakit serebrovaskuler adalah penyempitan pembuluh darah yang mensuplai otak dan berakibat stroke (kerusakan sel otak karena kurangnya suplai darah) dan transient ischemic attack (kerusakan sementara pada penglihatan, kemampuan bicara, rasa atau gerakan).

T: Apakah penyakit vascular perifer itu?

J: penyakit periver vaskuler adalah penyakit pembuluh darah yang mensuplai tangan dan kaki yang mengakibatkan rasa sakit yang kadang datang dan kadang pergi, rasa sakit karena kram otot kaki saat berolahraga, dan lain lain.

T: Apa saja factor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler?

J: Sebagian factor risiko dapat dikendalikan dan sebagiannya lagi tak dapat dikendalikan. Factor yang tidak dapat dikendalikan antara lain: Ras à jumlah penderita penyakit kardiovaskuler lebih tinggi pada ras kulit hitam dibanding pada ras kulit putih; usia à kejadian penyakit kardiovaskuler cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia; riwayat keluarga à sebagian besar penyakit kardiovaskuler berhubungan karena adanya factor keturunan; jenis kelamin à rentang usia dewasa muda hingga paruh baya, lelaki lebih banyak terserang penyakit kardiovaskuler disbanding perempuan. Namun, ketika wanita mengalami menopause, maka penyakit kardiovaskuler lebih banyak dijumpai pada wanita.

Factor yang dapat dikendalikan sebagian besar seputar pola hidup, misalnya pola makan, rokok, kegemukan, kurangnya olahraga, minuman beralkohol, stress dan lain lain.

T: Apakah  penyakit arteriosclerosis itu?

J:  Arteriosclerosis merupakan suatu istilah medis dimana dinding arteri menjadi lebih tebal dan kurang lentur disebabkan lemak terkumpul di bawah lapisan sebelah dalam dinding pembuluh darah arteri. Arteriosclerosis bisa terjadi pada arteri di otak, jantung, ginjal, organ vital lainnya, lengan dan tungkai. Jika arteriosclerosis terjadi di dalam arteri yang menuju ke otak (arteri carotid), maka akan terjadi stroke. Bila terjadi di dalam arteri yang menuju ke jantung (arteri coroner) maka terjadi serangan jantung.

T: Apa factor risiko terjadinya arteriosclerosis?

J: Risiko terjadinya arteriosclerosis meningkat pada:

  • Penderita tekanan darah tinggi
  • Orang dengan kadar kolesterol tinggi
  • Perokok
  • Penderita diabetes (kencing manis)
  • Orang yang kegemukan (obesitas)
  • Orang yang malas berolahraga
  • Lanjut usia
  • Pris berisiko lebih tinggii daripada wanita

T: Apa gejala seseorang terkena arteriosclerosis?

J: Gejala bergantung pada lokasi terbentunknya arteriosclerosis, dapat berupa gejala jantung, otak tungkai, atau tempat lain. Jika arteriosclerosis menyebabkan penyempitan arteri yang berat, maka bagian tubuh yang disuplai darahnya tak akan mendapat suplai darah dalam jumlah yang memadai untuk mengangkut oksigen ke jaringan. Gejala awal yang timbul saat penyempitan arteri dapat berupa nyeri atau kram yang terjadi saat aliran darah tidak mencukupi kebutuhan terhadap oksigen. Contoh, saat olahraga, seseorang dapat merasakan nyeri dada (angina) karena aliran oksigen ke jantung berkurang atau ketika berjalan, sesorang merasakan sakit pada tungkainya karena aliran oksigen ke tungkai berkurang.

Yang khas dari arteriosclerosis yaitu gejala gejal yang timbul secara perlahan, sejalan dengan terjadinya penyempitan arteri yang juga berlangsung secara perlahan. Tapi jika penyumbatan terjadi secara tiba tiba (misalnya jika sebuah bekuan darah  menyumbat arteri), maka gejalanya akan timbul secara mendadak.

T: Bagaimana mengatasi penyakit kardiovaskuler?

J: Hingga tingkat tertentu, tubuh dapat memiliki perlindungan tersendiri dengan cara membentuk pembuluh darah baru di daerah yang terkena, namun denyut nadi pada daerah yang terkena bisa berkurang.  Sebelum terjadinya komplikasi, arteriosclerosis mungkin tidak akan terdiagnosis. Untuk mengatasi arteriosclerosis kita bisa mengatasi factor resikonya. Juga bisa diberikan obat yang dapat menurunkan kadar lemak dan kolesterol dalam darah (contohnya asam nikotinat, gemfibrozil, lovastatin). Aspirin, klopidogrel atau antikoagulan bisa diberikan untuk mengurangi  risiko terbentuknya bekuan darah.

Pada beberapa keadaan, arteriosclerosis dapat diatasi dengan operasi, antara lain :

  • Angioplasti dilakukan untuk membuat plak rata dan meningkatkan aliran darah yang melalui endapan lemak.
  • Enarterektomi merupakan suatu pembedahan untuk mengangkat endapan yang menyumbat aliran pembuluh darah arteri.
  • Pembedahan bypass merupakan prosedur yang sangat invasif, yaitu arteri atau vena yang normal digunakan untuk membuat jembatan guna menghindari arteri yang tersumbat.

Fitriani Fajri

Leave a Reply